Mengukur Dukungan Pemerintah Kota Terhadap Perkembangan Sektor Pariwisata Batam

Mega Mall Batam Centre

Hm.. Judul kali ini cukup panjang dan terdengar serius. Konteksnya memang serius, tapi dibacanya agak santai saja ya? 🙂

Tak dapat dipungkiri, Batam merupakan kota industri. Kota yang menarik minat investor dari dalam maupun luar negeri, untuk menanamkan modal di sini, dan pastinya fokus utama yang “dijajakan” adalah keberpihakan pemerintah yang sepaket dengan kebijakan – kebijakannya, kepada pihak investor. Mulai dari perundang – undangan, pengurusan sertifikat dan surat ijin, hingga “kemudahan” ekspor impor diberikan oleh pemerintah kepada pengusaha.

Hal tersebut di atas, sangat lumrah dan jamak sekali kita baca di setiap pidato pejabat teras kota ini. Mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua BP Batam hingga jajaran DPRD. Saking seringnya hal tersebut dibicarakan, semakin terdengar klise. Dukungan tersebut juga nyatanya tak berpengaruh banyak pada perkembangan sektor pariwisata Batam.

Kita semua ingat, tahun 2010, pemerintah Batam meluncurkan program pariwisata bertajuk visit Batam 2010 lalu dilanjutkan dengan visit Batam pada tahun – tahun berikutnya. Tapi program tersebut dinilai banyak kalangan hanya “panas” di tahun pertama  (2010) saja. Program tersebut cukup mampu melecut semangat para pengusaha di sektor pariwisata dan pendukungnya untuk semakin gencar memberikan inovasi yang menarik pengunjung, bahkan banyak juga diantaranya berani berinvestasi membuka sektor pariwisata baru, seperti Hotel, resort dan sebagainya.

Tapi lagi – lagi, yang terlihat adalah “getol”-nya pihak swasta, bukan pemerintah setempat. Boleh dilihat beberapa obyek wisata yang dikelola pemerintah, tak banyak menunjukkan progress yang signifikan. itu pun dibantu oleh penduduk sekitar, semisal pantai – pantai di area barelang dan sekitarnya, tak sedikit mempertanyakan seberapa besar kontribusi pemerintah dalam pengembangan dan pemeliharaan obyek pariwisata yang terbilang cukup merakyat itu.

Visit Batam sebagai program, bukan sekedar slogan, terlalu tertuju pada sektor pariwisata yang “high end”. Terlalu sibuk memikirkan pemasukan dari wisatawan asing / mancanegara. Melupakan sektor pariwisata yang sering dinikmati oleh warga lokal dan wisatawan domestik lain yang berasal dari daerah Indonesia yang lain.

Turi Beach Resort Batam

Turi Beach Resort Batam

Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Batam sangat luar biasa dan mempunyai potensi untuk disalurkan ke sektor pariwisata, namun minimnya perhatian pemerintah berujung pada titik deadlock. Ujung-ujungnya pihak swasta melihatnya sebagai potensi, dan lagi – lagi membuat resort yang tak mudah dijangkau pengunjung lokal.

Pariwisata kota Batam, membutuhkan sentuhan dan dukungan maksimal dari pemerintahnya. Setidaknya, jadi prioritas penting pada alokasi APBD dan program pemerintah kota setiap tahunnya. Jika tidak langsung terhadap obyek wisatanya, pemerintah bisa mendukungnya dengan menyediakan dan membangun infrastruktur transportasi yang baik. Menciptakan sektor pariwisata pendidikan atau sekedar taman hijau yang akan memperkaya ruang terbuka hijau untuk kumpul – kumpul masyarakat. Sepertinya hal tersebut lebih bermanfaat ketimbang pesta kembang api setiap akhir tahun, dan mendatangkan artis dangdut di depan balai kota.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Belum ada komentar

Leave a Reply