Menjelajahi Hutan Tembesi

Hutan Tembesi

Tembesi, merupakan salah satu daerah perkampungan di kota Batam. Selain Batu Merah, Tanjung Uma dan Sengkuang, Tembesi termasuk kampung pemukiman yang ada sebelum Batam seramai sekarang. Dahulu, para sesepuh sering mengatakan bahwa Batam ini hanyalah hutan dan rawa-rawa. Penduduk Batam di era 70 – 80 an umumnya tinggal di hutan atau area pesisir.

Kebetulan sesepuh keluarga saya sudah ada di Batam sejak tahun 80 an. Nenek dan Kakek hingga sekarang hidup dan tinggal di hutan tembesi. Suasananya jauh berbeda ketimbang daerah padat penduduk lain seperti Jodoh, Batu Aji, Nagoya, bahkan Batu Besar sekalipun. Hutan tembesi sangat sepi dan tenang. Tak hanya sepasang kakek dan nenek saya, tinggal pula beberapa penduduk lain, namun tak banyak. Sisanya mungkin sudah pindah ke daerah lain, tapi saya yakin sebagian besar masih tinggal di area tembesi pos atau biasa dikenal tembesi lestari.

Layaknya penduduk hutan daerah lain, penduduk di sini mempunyai profesi sebagai petani atau peternak, bahkan ke duanya. Mereka masih bercocok tanam beberapa produk hortikultura seperti jagung, cabai, ubi kayu, kangkung dan sebagainya. Terkadang saya jumpai beberapa yang mencoba membudidayakan jamur.

 

IMG_1100 IMG_1110

Daerah ini merupakan pemasok sayur sayuran yang lumayan besar untuk beberapa pasar di Batam. Terkadang, mereka menjual hasilnya sendiri di pasar kaget Tembesi.

Oh iya, di jalan masuk sebelum ke hutan tembesi, (tembesi bengkel, setelah gapura) saya sempat mengantarkan nenek membeli bibit lele yang kebetulan dimiliki oleh kawan lama nenek saya.

DSC_9725

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Belum ada komentar

Leave a Reply